
SALATIGA, muhammadiyah.or.id — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan. SMP Muhammadiyah Plus Salatiga (SMPMP) berhasil keluar sebagai Juara Umum dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kota Salatiga Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu (19/9/2026).
Dalam kejuaraan yang berlangsung di kampus SMPMP tersebut, para siswa berhasil memboyong 6 piala kejuaraan dari 7 cabang lomba yang dipertandingkan.
Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Arif Fahrurozi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan serta kerja keras para siswa dan guru pembimbing. Menurutnya, pencapaian ini terasa semakin istimewa karena tiga di antaranya berhasil meraih Juara 1 dan berhak mewakili Kota Salatiga ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Prestasi ini menjadi bukti nyata semangat siswa SMP Muhammadiyah Plus Salatiga dalam mengembangkan potensi diri sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah,” ujar Arif Fahrurozi.
Adapun perincian 6 piala kejuaraan yang berhasil disabet oleh para kader muda Muhammadiyah ini meliputi:
- Yazid Syafaat Wibowo — Juara 1 Maca lan Nulis Aksara Jawa
- Raydivyanisa Anugrah — Juara 1 Maca Geguritan
- Ahza Wafri Rozaq — Juara 1 Dongeng
- Aryasatya Haidar Wiratama — Juara 2 Tembang Macapat
- Rayyan Abyaz Aqeel Tsani — Juara 2 Ndhagel Ijen
- Shanaya Artaningtyas — Juara 3 Sesorah
Dengan hasil tersebut, Yazid Syafaat Wibowo, Raydivyanisa Anugrah, dan Ahza Wafri Rozaq secara resmi melaju untuk berkompetisi di FTBI Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian anak-anak di FTBI tahun ini. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih, mengembangkan potensi, dan memberikan yang terbaik di tingkat provinsi nanti,” pungkas Arif.
Keberhasilan meraih Juara Umum FTBI Tingkat Kota Salatiga 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah dan persyarikatan, melainkan juga semakin memotivasi seluruh siswa untuk terus mengenal, mencintai, serta melestarikan bahasa dan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa
