Ketika Syafaat Hanya Terjadi atas Izin Allah

Di tengah kesibukan dan berbagai urusan kehidupan, ada saatnya kita perlu berhenti sejenak untuk mengingat kembali siapa yang memiliki kuasa atas segala sesuatu.

Allah Swt. berfirman dalam QS. Saba’ ayat 23:

وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ لَهٗ ۗحَتّٰىٓ اِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَاۙ قَالَ رَبُّكُمْۗ قَالُوا الْحَقَّۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ

“Tidaklah berguna syafaat (pertolongan) di sisi-Nya, kecuali bagi orang yang diizinkan-Nya sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, ‘Apa yang difirmankan Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Kebenaran.’ Dialah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.”

QS. Saba’ [34]: 23

Semua Berada dalam Kuasa Allah

Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan atau syafaat di hadapan Allah kecuali dengan izin-Nya.

Syafaat bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Ia sepenuhnya berada dalam kehendak dan izin Allah Swt. Karena itu, manusia tidak sepatutnya menggantungkan keselamatan kepada selain Allah.

Pesan ini sekaligus mengajarkan sikap tawakal. Ikhtiar tetap dilakukan, tetapi hati tetap bersandar kepada Allah sebagai pemilik segala kuasa.

Kebenaran yang Menenangkan Hati

Bagian akhir ayat menggambarkan suasana ketika ketakutan telah dihilangkan dari hati mereka. Mereka kemudian bertanya, “Apa yang difirmankan Tuhanmu?”

Jawabannya singkat: “Kebenaran.”

Pada akhirnya, kebenaranlah yang menjadi pijakan. Allah adalah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.

Maka, di tengah kehidupan yang sering membuat kita lelah, cemas, dan sibuk mengejar berbagai hal, ayat ini mengajak kita untuk rehat sejenak.

Bukan sekadar berhenti dari aktivitas, melainkan berhenti untuk mengingat bahwa hidup, pertolongan, dan keselamatan semuanya berada dalam kuasa Allah Swt.

Rehat sejenak. Tenangkan hati. Kembali kepada Allah.

Editor: Huda