Menuju Sekolah Siaga Paripurna, SD Muhammadiyah Plus Salatiga Motivasi SD/MI se-Sidomukti Integrasikan SSK

SALATIGA — Pendidikan kependudukan kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak bagi institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan bonus demografi. Semangat tersebut digaungkan dalam kegiatan Pengimbasan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) bertema “Sekolah Aman, Prestasi Gemilang” yang diselenggarakan pada Rabu, 6 Mei 2026, di Aula SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Salatiga. Acara tersebut dihadiri guru perwakilan dari seluruh SD dan MI se-Kecamatan Sidomukti dengan tujuan memberikan motivasi agar setiap sekolah mulai melangkah menjadi Sekolah Siaga Kependudukan.

SSK sebagai Strategi Membentuk Generasi Berencana

Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan AKIE DP3APPKB Kota Salatiga, Ria Maharani, S.E., M.M., memaparkan visi “Menuju Sekolah Siaga Paripurna”. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Siaga Kependudukan merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam mata pelajaran, yang didukung dengan keberadaan “Pojok Kependudukan” sebagai pusat informasi bagi peserta didik.

“Sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan memanfaatkan data kependudukan dalam kebijakan sekolah, kita dapat membentuk generasi yang berkualitas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan demografi pada masa depan,” jelas Ria Maharani.

Ia menambahkan, program SSK bertujuan memberikan wawasan, sikap, dan keterampilan kepada siswa mengenai program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana).

Integrasi dalam Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler

Salah satu poin penting dalam kegiatan pengimbasan tersebut ialah bagaimana sekolah-sekolah di Kecamatan Sidomukti dapat mengintegrasikan muatan SSK secara sistematis. Berdasarkan materi yang disampaikan, integrasi dilakukan melalui dua jalur utama.

1. Kegiatan Intrakurikuler

Muatan kependudukan dapat disisipkan dalam berbagai mata pelajaran tanpa mengubah kurikulum nasional. Dalam mata pelajaran Matematika, misalnya, siswa dapat belajar menyajikan data kependudukan melalui tabel dan diagram. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajak membuat artikel opini mengenai isu kependudukan. Sementara itu, dalam mata pelajaran IPAS, materi dapat dikaitkan dengan kesehatan reproduksi dan gizi.

Selain itu, mata pelajaran Agama dan PJOK juga dapat mengintegrasikan nilai-nilai kesetaraan gender serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan Napza.

2. Kegiatan Ekstrakurikuler

Sekolah juga didorong mengembangkan program seperti PIK Remaja (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) serta Genre Goes to School sebagai sarana edukasi teman sebaya yang interaktif dan edukatif.

Komitmen Tumbuh Bersama

Kepala SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, Suharwono, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi ajakan untuk maju bersama dalam membangun ekosistem sekolah yang sadar kependudukan.

“Kami percaya bahwa pendidikan kependudukan bukan sekadar teori di dalam kelas, melainkan langkah nyata dalam membentuk karakter dan kemandirian siswa. Melalui program Sekolah Siaga Kependudukan ini, kami berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berkualitas agar setiap potensi siswa dapat berkembang secara maksimal hingga meraih prestasi gemilang,” ungkap Suharwono.

Ia berharap kegiatan pengimbasan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh SD dan MI se-Kecamatan Sidomukti untuk bersama-sama mengintegrasikan muatan SSK dalam setiap kegiatan sekolah guna mencetak generasi emas yang berencana.

Dengan adanya inovasi seperti Pojok Kependudukan Digital dan kurikulum inovatif berbasis studi kasus lokal, Kecamatan Sidomukti diharapkan mampu bertransformasi menjadi wilayah dengan institusi pendidikan yang responsif terhadap dinamika kependudukan demi masa depan peserta didik yang lebih cerah.

Penulis: Humas SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Editor : Huda