SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga Awali Peneguhan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Tahun 2026–2027

Salatiga, Senin (8/6/2026) – SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga menjadi sekolah pertama yang mengawali rangkaian kegiatan Peneguhan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Tahun 2026–2027 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat pemahaman, penghayatan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Kegiatan yang berlangsung di SMP Muhammadiyah Tahfidz Salatiga tersebut menghadirkan Prof. Dr. H. Mubasirun, M.Ag. sebagai pencerah. Pada kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertajuk “Penerapan Nilai-Nilai Spiritualitas dalam Rutinitas Kerja.”

Dalam pemaparannya, Prof. Mubasirun menegaskan bahwa seluruh aktivitas kehidupan, termasuk pekerjaan dan pengabdian di lingkungan Muhammadiyah, harus dilandasi niat ibadah kepada Allah Swt. Beliau mengingatkan bahwa keikhlasan merupakan fondasi utama dalam setiap amal dan pengabdian.

“Keikhlasan merupakan buah dari tauhid yang murni. Setiap amal yang dilakukan hendaknya semata-mata untuk mencari rida Allah Swt., bukan karena pujian, jabatan, ataupun kepentingan duniawi,” ungkapnya.

Selain membahas pentingnya keikhlasan, Prof. Mubasirun juga menjelaskan perlunya internalisasi nilai-nilai spiritual dan sosial dalam setiap aktivitas kerja. Keimanan harus menjadi landasan dalam bekerja secara jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Setiap tugas yang dijalankan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada institusi, tetapi juga kepada Allah Swt.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh peserta untuk menghidupkan semangat Teologi Al-Ma’un yang menjadi salah satu ciri gerakan Muhammadiyah. Nilai tersebut diwujudkan melalui kepedulian sosial dan pelayanan yang berpihak kepada kaum duafa serta masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan sosial lainnya.

Pada kesempatan tersebut, peserta juga diajak untuk memperkuat profesionalisme dan etos kerja berkemajuan. Pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi harus terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan efektivitas kerja. Di samping itu, akhlak mulia, keramahan, kesabaran, serta empati perlu senantiasa dikedepankan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Prof. Mubasirun juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola amanah organisasi. Menurutnya, keterbukaan dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Islam yang harus terus dijaga oleh seluruh kader dan pengelola AUM.

Kegiatan Peneguhan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Tahun 2026–2027 ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat ideologi, karakter, dan budaya kerja Islami di lingkungan AUM Kota Salatiga. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru, tenaga kependidikan, dan karyawan Muhammadiyah semakin memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan persyarikatan dan kemaslahatan umat.

Editor : Huda