Jangan Menunda Kesadaran, Waktu Pasti Akan Tiba

Setiap manusia tentu memiliki banyak rencana tentang hari esok. Namun, ada satu hal yang tidak dapat ditunda atau dipercepat oleh siapa pun: hari yang telah Allah tetapkan.

Allah Swt berfirman dalam QS. Saba’ ayat 29–30:

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Mereka berkata, ‘Kapankah (datangnya) janji ini jika kamu orang-orang benar?’”
(QS. Saba’ [34]: 29)

Kemudian Allah menjawab:

قُلْ لَّكُمْ مِّيْعَادُ يَوْمٍ لَّا تَسْتَأْخِرُوْنَ عَنْهُ سَاعَةً وَّلَا تَسْتَقْدِمُوْنَ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat). Kamu tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak pula percepatan.’”
(QS. Saba’ [34]: 30)

Ayat ini mengingatkan bahwa hari kiamat merupakan janji Allah yang pasti. Ketika waktunya tiba, tidak ada seorang pun yang dapat meminta agar waktunya ditunda, bahkan sesaat. Sebaliknya, tidak ada pula yang mampu mempercepat kedatangannya.

Pesan tersebut seharusnya tidak hanya membuat kita memikirkan kapan hari itu akan datang, tetapi juga bagaimana mempersiapkan diri sebelum hari itu tiba.

Sering kali manusia menunda kebaikan. Menunda memperbaiki diri, menunda meminta maaf, menunda beribadah, atau menunda melakukan amal yang sebenarnya mampu dilakukan hari ini. Padahal, manusia tidak pernah mengetahui berapa banyak waktu yang masih dimilikinya.

Karena itu, QS. Saba’ ayat 29–30 dapat menjadi pengingat untuk tidak terlena oleh waktu. Hari yang dijanjikan pasti datang, tetapi kapan tepatnya hanya Allah yang mengetahui.

Selagi kesempatan masih ada, mari gunakan waktu untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Jangan menunggu datangnya hari yang pasti, sementara persiapan terus kita tunda.