
Setelah menegaskan etika berdialog dan prinsip tanggung jawab pribadi pada ayat 25, Surat Saba’ [34] ayat 26 memberikan jawaban atas muara dari segala perselisihan manusia di dunia. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh perbedaan keyakinan dan perbuatan pada akhirnya akan diputus secara mutlak dan adil oleh Allah Swt. di akhirat.
قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ ۗ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ
Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan adil. Dan Dialah Maha Pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui.”
Poin Utama Kandungan Ayat
- Hari Pengumpulan Seluruh Manusia (Al-Jami’)Kehidupan dunia bukanlah perhentian akhir. Pada Hari Kiamat kelak, seluruh manusia tanpa terkecuali akan dikumpulkan di satu tempat untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya.
- Keputusan yang Mutlak Adil (Yaftahu Bainanā bil-Haqq)Segala debat kusir, klaim kebenaran, maupun perselisihan yang tidak tuntas di dunia akan diselesaikan di pengadilan Allah. Keputusan-Nya berdiri di atas kebenaran sejati tanpa ada kezaliman sedikit pun.
- Dua Sifat Agung Allah (Al-Fattāḥ & Al-‘Alīm)Allah adalah Al-Fattāḥ (Maha Pemberi Keputusan) sekaligus Al-‘Alīm (Maha Mengetahui). Keputusan-Nya sempurna karena didasari pengetahuan yang mencakup segala niat terselubung, isi hati, dan kenyataan amalan setiap hamba.
