
Salatiga – Budaya etos kerja Islami menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan. Untuk memperkuat komitmen tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Salatiga melalui program Peneguhan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Tahun 2026–2027 kembali menyelenggarakan kegiatan pembinaan bagi guru dan tenaga kependidikan di SMP Muhammadiyah Plus Salatiga, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Ari H. Iswanto, S.Psi. sebagai pencerah dengan menyampaikan materi bertema “Etos Kerja Islami”. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga dilandasi nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Swt.
Dalam pemaparannya, Ari H. Iswanto menjelaskan bahwa etos kerja Islami merupakan sikap mental yang mendorong setiap individu untuk bekerja secara profesional, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan penuh integritas. Bagi seorang pendidik Muhammadiyah, bekerja bukan sekadar menjalankan profesi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.
“Setiap tugas yang dijalankan dengan niat yang ikhlas, dilakukan secara sungguh-sungguh, dan memberikan manfaat bagi orang lain akan bernilai sebagai amal saleh,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya kolaborasi, menjaga amanah, serta menghadirkan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik. Menurutnya, budaya kerja yang unggul lahir dari individu-individu yang memiliki komitmen untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sekolah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa nilai-nilai etos kerja Islami selaras dengan semangat Islam Berkemajuan yang menjadi karakter Muhammadiyah. Semangat tersebut diwujudkan melalui budaya kerja yang produktif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
Melalui kegiatan Peneguhan AIK ini, PDM Kota Salatiga berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Muhammadiyah Plus Salatiga semakin memperkokoh komitmen terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diimplementasikan dalam budaya kerja sehari-hari sehingga mampu melahirkan layanan pendidikan yang unggul, profesional, dan berintegritas.
Dengan penguatan budaya etos kerja Islami yang dilakukan secara berkelanjutan, Muhammadiyah optimistis dapat terus menghadirkan lembaga pendidikan yang berkualitas, mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berperadaban.
Penulis: Huda
