
Dakwah merupakan jalan untuk menyampaikan kebenaran, mengajak manusia menuju kebaikan, dan meneguhkan keimanan kepada Allah Swt. Dalam menjalankan dakwah, seorang muslim hendaknya meluruskan niat dan tidak menjadikan pujian, kedudukan, ataupun keuntungan duniawi sebagai tujuan utama. Sebab, imbalan sejati dari dakwah adalah rida Allah Swt.
Prinsip tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an surah Saba’ ayat 47:
قُلْ مَا سَاَلْتُكُمْ مِّنْ اَجْرٍ فَهُوَ لَكُمْۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Artinya:
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Imbalan yang aku minta kepadamu (dari dakwah ini) hanya untuk kamu (sendiri). Imbalanku hanyalah dari Allah dan Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu.’” (QS. Saba’ [34]: 47)
Ayat ini memberikan pelajaran penting tentang ketulusan dalam berdakwah. Nabi Muhammad saw. menegaskan bahwa beliau tidak menjadikan dakwah sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi. Sebaliknya, dakwah yang disampaikan membawa manfaat bagi manusia agar mereka memperoleh petunjuk, mengenal kebenaran, dan menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah Swt.
Dakwah Bukan untuk Kepentingan Pribadi
Dalam menjalankan dakwah, keikhlasan menjadi landasan yang tidak dapat dipisahkan. Seorang dai, mubalig, maupun kader yang berjuang di jalan dakwah perlu senantiasa memeriksa niatnya. Apakah aktivitas yang dilakukan benar-benar untuk menyebarkan kebaikan, atau justru didorong oleh keinginan memperoleh pengakuan dan penghargaan dari manusia?
Tentu, penghargaan dan apresiasi terhadap orang yang berdakwah bukanlah sesuatu yang dilarang. Namun, hal tersebut tidak boleh menggeser tujuan utama, yaitu mengharap rida Allah Swt. Ketika dakwah hanya berorientasi pada pujian, semangat perjuangan dapat melemah saat apresiasi tidak lagi diperoleh. Sebaliknya, orang yang ikhlas akan berusaha tetap istiqamah meskipun perjuangannya tidak selalu mendapat perhatian.
Keikhlasan juga bukan berarti mengabaikan ikhtiar, profesionalitas, atau kebutuhan dalam menjalankan kegiatan dakwah. Semua itu tetap penting. Namun, orientasi batin harus senantiasa diarahkan kepada Allah Swt. agar setiap usaha memiliki nilai ibadah.
Menyadari Manfaat Dakwah bagi Sesama
Pesan lain yang dapat dipetik dari Surah Saba’ ayat 47 adalah bahwa manfaat dakwah pada akhirnya kembali kepada manusia sendiri. Ajaran Islam membimbing manusia agar hidup dalam kebaikan, menjauhi kerusakan, menjaga hubungan dengan sesama, serta menunaikan tanggung jawab kepada Allah Swt.
Karena itu, dakwah tidak cukup berhenti pada penyampaian pesan secara lisan. Dakwah juga perlu diwujudkan melalui keteladanan, kepedulian sosial, pendidikan, pelayanan kepada masyarakat, dan berbagai amal nyata yang membawa kemaslahatan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap muslim memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam dakwah sesuai dengan kemampuan dan perannya. Ada yang berdakwah melalui pengajaran, tulisan, media digital, pelayanan sosial, maupun tindakan sederhana yang mencerminkan akhlak Islam. Apa pun bentuknya, setiap ikhtiar perlu dilandasi niat yang lurus dan dilakukan dengan cara yang baik.
Allah Maha Menyaksikan Setiap Perjuangan
Penutup ayat tersebut menegaskan bahwa Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Hal ini menjadi pengingat bahwa tidak ada perjuangan yang luput dari pengetahuan-Nya. Amal yang dilakukan secara terbuka maupun tersembunyi, usaha yang mendapat pujian maupun yang tidak diketahui manusia, semuanya berada dalam pengawasan Allah Swt.
Kesadaran ini seharusnya menumbuhkan keteguhan hati bagi setiap orang yang berjuang di jalan dakwah. Ketika menghadapi kesulitan, kurangnya apresiasi, atau hasil yang belum sesuai harapan, seorang muslim tidak perlu kehilangan semangat. Tugas manusia adalah berikhtiar, menyampaikan kebenaran dengan bijaksana, dan menjaga keikhlasan. Adapun balasan atas amalnya diserahkan kepada Allah Swt.
Pada akhirnya, dakwah bukan semata-mata tentang seberapa besar penghargaan yang diterima, melainkan seberapa tulus seseorang berjuang untuk menebarkan kebaikan. Dengan niat yang lurus, amal yang nyata, dan kesabaran dalam berjuang, dakwah menjadi jalan pengabdian yang membawa manfaat bagi sesama sekaligus menjadi ikhtiar mengharap rida Allah Swt.
Editor: Huda
