
A. Dasar dari Al-Qur’an
1. Kewajiban Puasa sebagai Sarana Ketakwaan
QS al-Baqarah [2]: 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
➡️ Relevansi Syakban:
Syakban merupakan waktu persiapan agar ibadah puasa Ramadan benar-benar mengantarkan pada ketakwaan.
2. Penegasan Bulan Ramadan
QS al-Baqarah [2]: 185
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
Artinya:
Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang benar dan yang batil. Oleh karena itu, barang siapa di antara kamu menyaksikan bulan itu, hendaklah ia berpuasa.
➡️ Makna:
Syakban menjadi pintu gerbang untuk menyambut Ramadan sebagai bulan ibadah dan Al-Qur’an.
3. Teladan Rasulullah saw.
QS al-Ahzab [33]: 21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya:
Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kamu.
➡️ Implikasi:
Amalan di bulan Syakban harus mengikuti tuntunan Rasulullah saw., bukan sekadar tradisi tanpa dasar dalil.
B. Dasar dari Hadis
1. Keutamaan Bulan Syakban
HR an-Nasa’i
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ…
Artinya:
Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, berada di antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku senang amalanku diangkat dalam keadaan berpuasa.
➡️ Pesan utama:
Puasa sunah di bulan Syakban dianjurkan sebagai bentuk persiapan rohani.
2. Kebiasaan Puasa Nabi saw. di Syakban
HR al-Bukhari dan Muslim
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ…
Artinya:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw. menyempurnakan puasa satu bulan penuh selain Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah dibandingkan pada bulan Syakban.
C. Kesimpulan (Pesan Muhammadiyah)
Syakban bukan bulan ritual khusus, melainkan bulan persiapan ibadah.
Amalan utama meliputi puasa sunah, salat, membaca Al-Qur’an, dan perbaikan akhlak.
Seluruh bentuk ibadah harus berlandaskan dalil yang sahih
penulis : Drs. H. Sir Samsuri, M.Hum., Ketua PCM Argomulyo
editor : Timmediacentrepdmsalatiga
