
Salatiga — Program nasional santunan 10.000 anak yatim yang digagas oleh PT Sukun Wartono Indonesia kembali digelar pada Ramadan 2026. Untuk wilayah Kota Salatiga, sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan bertema “Jaga Lisan, Jaga Perbuatan, Puasa Aman Ramadan Nyaman.”
Pelaksanaan kegiatan di Kota Salatiga bersinergi dengan Lazismu Salatiga sebagai mitra penyaluran dan pengorganisasian penerima manfaat. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan Ramadan yang lebih bermakna bagi anak-anak yatim dan keluarganya.
Filosofi “Urip Iku Urup”
Dalam sambutannya, pimpinan PT Sukun memaparkan bahwa kegiatan santunan ini berangkat dari filosofi Jawa “urip iku urup”—hidup itu hendaknya memberi cahaya dan manfaat bagi sesama. Menurutnya, keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menebar kepedulian, terutama di bulan suci Ramadan.
“Semoga santunan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berprestasi dan menatap masa depan dengan optimisme,” ujarnya.
Apresiasi Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Salatiga yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian PT Sukun kepada masyarakat Salatiga, khususnya anak-anak yatim.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata yang diberikan. Sinergi antara dunia usaha dan lembaga filantropi seperti LAZISMU sangat membantu pemerintah dalam memperkuat jaring pengaman sosial,” tuturnya.
Peran Strategis LAZISMU Salatiga
Sebagai lembaga amil zakat milik Persyarikatan Muhammadiyah, Lazismu melalui Lazismu Salatiga memastikan proses pendataan, verifikasi, dan penyaluran berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Ketua Lazismu Salatiga menegaskan bahwa momentum Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat nilai kepedulian sosial. Melalui kolaborasi ini, Lazismu tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun ekosistem kebaikan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut dan semakin luas, sehingga lebih banyak anak yatim dan dhuafa yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Kegiatan santunan berlangsung khidmat dan penuh kebahagiaan. Senyum anak-anak yatim menjadi bukti bahwa kolaborasi kebaikan mampu menghadirkan cahaya harapan—sejalan dengan semangat urip iku urup.
