Rehat Sejenak: Jangan Tergesa Meminta Azab | Tafsir QS Al-‘Ankabut Ayat 54

يَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢبِالْكٰفِرِيْنَۙ
“Mereka meminta kepadamu agar engkau menyegerakan (turunnya) azab. Sesungguhnya (neraka) Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir.”
(QS. Al-‘Ankabūt [29]: 54)

Makna Ayat: Antara Kesombongan dan Kepastian Allah

Ayat ini menggambarkan sikap sebagian orang yang dengan penuh kesombongan menantang Nabi Muhammad ﷺ agar azab Allah segera diturunkan. Tantangan itu bukan lahir dari keinginan untuk mencari kebenaran, melainkan bentuk pengingkaran dan ejekan terhadap risalah yang dibawa Nabi.

Allah menegaskan bahwa azab bukanlah sesuatu yang perlu disegerakan sesuai hawa nafsu manusia. Jahanam sudah meliputi orang-orang kafir—sebuah isyarat bahwa kepastian balasan Allah tidak bergantung pada waktu yang mereka minta, melainkan pada ketetapan-Nya yang adil dan pasti.

Rehat Sejenak: Pelajaran untuk Kehidupan

Dalam konteks kehidupan modern, ayat ini mengajak kita untuk rehat sejenak, menurunkan ego, dan merenungi sikap diri. Tidak jarang manusia hari ini bersikap tergesa-gesa: ingin hasil instan, ingin pembuktian cepat, bahkan kadang menantang takdir tanpa kesadaran akan keterbatasan diri.

Al-Qur’an mengingatkan bahwa:

  • Kesabaran adalah tanda kedewasaan iman.
  • Keangkuhan sering lahir dari rasa aman yang semu.
  • Ketetapan Allah selalu datang tepat waktu, bukan terlambat.

Jangan Meremehkan Peringatan

Permintaan agar azab disegerakan sejatinya menunjukkan hati yang tertutup dari hidayah. Padahal, peringatan Allah diturunkan sebagai bentuk kasih sayang agar manusia masih memiliki kesempatan untuk kembali, bertobat, dan memperbaiki diri.

Ayat ini juga menjadi peringatan halus bagi siapa pun yang merasa aman dalam dosa, seolah-olah tidak ada konsekuensi dari setiap perbuatan. Jahanam digambarkan meliputi—artinya, ia sudah menunggu, meski belum tampak secara kasat mata.

Refleksi: Menunda Azab, Membuka Pintu Tobat

Allah Yang Maha Pengasih tidak tergesa-gesa menurunkan azab, karena Dia membuka pintu tobat seluas-luasnya. Maka, yang perlu kita lakukan bukanlah menantang atau meremehkan peringatan-Nya, tetapi:

  • Memperbaiki niat dan perilaku
  • Menguatkan iman dan amal saleh
  • Menggunakan waktu hidup sebagai kesempatan, bukan tantangan

Penutup

Rehat sejenak bukan berarti berhenti dari ikhtiar, tetapi memberi ruang bagi hati untuk sadar bahwa hidup ini berada dalam genggaman Allah. Jangan sampai kesombongan membuat kita lalai, sementara peringatan telah jelas disampaikan.

Semoga ayat ini menjadi pengingat lembut agar kita hidup lebih rendah hati, sabar, dan selalu siap kembali kepada-Nya.