
Melalui semangat fastabiqul khairat, Muhammadiyah Kota Salatiga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Salatiga bersama TNI, Polri, dan para pegiat lingkungan dalam kegiatan karya bhakti “Jaga Tirta”. Upaya pengerukan sedimentasi dan pembersihan saluran air menjadi ikhtiar nyata dalam mengembalikan fungsi alam sekaligus mencegah terulangnya bencana serupa.
Kegiatan ini semakin bermakna karena dilaksanakan di kawasan SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga, yang merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan. Kehadiran lokasi ini menegaskan bahwa institusi pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam mencetak generasi unggul, tetapi juga menjadi pusat teladan dalam kepedulian terhadap lingkungan serta aksi nyata di tengah masyarakat.
Bagi Muhammadiyah, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian integral dari nilai keislaman. Lingkungan yang bersih dan terjaga tidak hanya menghadirkan kenyamanan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat yang sehat, berdaya, dan berkemajuan. Peristiwa banjir yang terjadi di Tingkir menjadi pelajaran penting bahwa kelalaian dalam merawat alam dapat berdampak luas bagi kehidupan bersama.
Muhammadiyah mendorong agar gerakan seperti “Jaga Tirta” tidak berhenti sebagai respons sesaat, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dakwah lingkungan perlu terus diperkuat, baik melalui edukasi, aksi nyata, maupun keteladanan di tengah kehidupan sosial.
Sebagai gerakan Islam yang berkemajuan, Muhammadiyah juga mengajak seluruh warga untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan sungai, saluran air, dan lingkungan sekitar adalah bagian dari tanggung jawab kolektif sekaligus wujud nyata keimanan.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen termasuk persyarikatan, diharapkan Kota Salatiga dapat menjadi daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana, sekaligus semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan.
