
SRAGEN – Melalui forum Pesantren Ramadan MPKSDI 2026, enam peserta perwakilan MPKSDI PDM Salatiga bersiap mengimplementasikan model pendidikan karakter di Pendopo Bupati Sragen, Sabtu (7/3/2026). Keterlibatan ini merupakan komitmen serius PDM Salatiga dalam mencetak kader penggerak yang memiliki daya saing tinggi dan wawasan luas.
Akselerasi SDM Unggul di Salatiga
Keikutsertaan delegasi MPKSDI PDM Salatiga dalam agenda ini bertujuan untuk menyerap strategi kaderisasi langsung dari para pemateri tingkat pusat dan wilayah. Hal ini selaras dengan tema besar kegiatan, yakni menjadikan kaderisasi sebagai basis pengembangan sumber daya insani yang unggul dan berkemajuan.
“Kaderisasi sebagai Basis Pengembangan Sumber Daya Insani yang Unggul dan Berkemajuan,” ujar narasumber saat memaparkan tema utama kegiatan.
Enam peserta dari Salatiga mendapatkan pembekalan intensif mengenai manajemen organisasi dan penguatan ideologi selama dua hari penuh di Sragen. Oleh karena itu, materi tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi MPKSDI Salatiga untuk melakukan transformasi kaderisasi di tingkat lokal.
Sinergi Tokoh dan Kebijakan
Selain materi ideologis, kehadiran Wakil Ketua PWM Jateng Prof. Dr. Zakiyudin Baidhawy dan Bupati Sragen Sigit Pamungkas memberikan wawasan mengenai pentingnya sinergi antara organisasi dakwah dengan kebijakan publik. Delegasi Salatiga mencermati bagaimana pengelolaan Masjid Raya Al Falah dapat menjadi laboratorium nyata bagi pemberdayaan ekonomi dan sosial umat.
“Rakorwil MPKSDI se-Jawa Tengah & Pesantren Ramadan 2026,” tulis panitia dalam tajuk acara resmi tersebut.
Selanjutnya, melalui Pesantren Ramadan MPKSDI 2026 ini, PDM Salatiga berkomitmen menerapkan model pengembangan SDM yang lebih terukur. Langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang untuk mencetak instruktur dan penggerak majelis yang kompeten di wilayah Salatiga.
