Sinergi Guru Besar UIN Salatiga Kawal Tarhim Ramadan 1447 H di Masjid Al-Muhajirin

SALATIGA – Kolaborasi antara Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy sebagai penceramah dan Prof. Dr. H. Adang Kuswaya sebagai imam mewarnai kegiatan Tarhim PDM Kota Salatiga di Masjid Al Muhajirin, Rabu (4/3/2026). Pelibatan aktif Guru Besar UIN Salatiga dalam forum ini menjadi momentum penguatan literasi agama bagi warga Muhammadiyah di pertengahan bulan suci Ramadan.

Acara yang berlangsung pada malam ke-15 Ramadan tersebut menghadirkan dua figur intelektual sekaligus. Kehadiran mereka menarik perhatian jamaah karena kapasitas keduanya sebagai akademisi terkemuka di lingkungan perguruan tinggi Islam.

Urgensi Islam Berkemajuan

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy menekankan bahwa tantangan zaman menuntut umat untuk tidak hanya berhenti pada aspek ritual, melainkan bergerak ke arah pemahaman Islam yang berkemajuan. Rektor UIN Salatiga tersebut menjelaskan bahwa Islam Berkemajuan adalah kunci agar umat tetap relevan di tengah disrupsi global.

“Urgensi pemahaman Islam Berkemajuan terletak pada kemampuan umat untuk melakukan tajdid atau pembaruan pemikiran yang menjawab persoalan kekinian,” ujar sang Guru Besar UIN Salatiga. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Islam harus mampu ditransformasikan ke dalam kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemberdayaan sosial yang inklusif.

Sinergi Akademisi dalam Dakwah

Posisi Imam salat diisi oleh Prof. Dr. H. Adang Kuswaya, M.Ag., yang juga merupakan rekan sejawat di kampus yang sama. “Kehadiran para pakar ini dalam forum Tarhim menjadi jembatan antara dunia akademik dan masyarakat luas,” ujar salah satu pengurus PDM Kota Salatiga. Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat syiar Islam di lingkungan PDM Kota Salatiga dengan pendekatan yang lebih mendalam dan saintifik.

Pemilihan Masjid Al Muhajirin di komplek SD Muhammadiyah Plus Salatiga sebagai lokasi acara juga memiliki makna strategis. Lokasi ini menjadi simbol integrasi antara pendidikan dasar dan nilai-nilai spiritual yang dibawa oleh para tokoh pendidikan tinggi.

Momentum Penguatan Literasi

Jamaah tampak khidmat menyerap setiap poin materi. Panitia berharap, melalui narasi Islam Berkemajuan yang disampaikan, warga Muhammadiyah semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang progresif dan solutif.

“Kami ingin memastikan bahwa Ramadan 1447 H ini menjadi momentum literasi agama yang berkualitas bagi seluruh warga,” tambah pihak panitia. Acara berakhir dengan sesi ramah tamah setelah seluruh rangkaian ibadah selesai dilakukan secara khidmat.