
Allah Swt. berfirman:
يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ اَرْضِيْ وَاسِعَةٌ فَاِيَّايَ فَاعْبُدُوْنِ
“Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku itu luas, maka sembahlah hanya kepada-Ku.”
(QS. Al-‘Ankabūt [29]: 56)
Ayat ini hadir sebagai penguatan spiritual sekaligus panduan peradaban. Allah menegaskan bahwa bumi-Nya luas, sementara penghambaan manusia tidak boleh menyempit pada ruang, situasi, atau tekanan tertentu. Dalam perspektif Islam berkemajuan, ayat ini mengandung pesan tentang kebebasan bertauhid, keluasan ikhtiar, dan keberanian berhijrah secara nilai maupun fisik.
Tauhid sebagai Poros Kehidupan
Muhammadiyah memandang tauhid bukan sekadar pengakuan teologis, melainkan fondasi etik dan praksis sosial. Ayat ini menegaskan bahwa di mana pun manusia berada, penghambaan hanya tertuju kepada Allah Swt. Bumi yang luas adalah medan amal, bukan alasan untuk tunduk pada ketidakadilan, kemalasan, atau keterbelakangan.
Tauhid yang murni akan melahirkan keberanian berpikir, kemandirian bersikap, dan keteguhan dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran. Inilah esensi Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Hijrah: Bergerak dari Sempit ke Luas
Dalam tafsir kontekstual, ayat ini juga memuat pesan hijrah. Bukan semata perpindahan geografis, tetapi transformasi mental dan spiritual. Ketika suatu ruang sosial tidak memungkinkan tegaknya nilai iman dan keadilan, Islam membuka jalan untuk mencari ruang yang lebih kondusif bagi pengabdian dan kemajuan.
Muhammadiyah sejak awal berdiri telah meneladankan spirit hijrah ini—bergerak dari tradisi stagnan menuju pembaruan, dari keterbelakangan menuju pencerahan.
Rehat Sejenak untuk Meneguhkan Arah
Di tengah kompleksitas zaman, rehat sejenak bukan berarti berhenti berjuang. Ia adalah jeda reflektif untuk menata ulang niat, meluruskan orientasi, dan memperluas cara pandang. Bumi yang luas mengingatkan kita bahwa peluang beramal juga terbuka luas, selama iman tetap menjadi kompas.
Penutup
Ayat QS. Al-‘Ankabūt [29]:56 mengajak setiap mukmin untuk tidak terkungkung oleh keterbatasan semu. Dengan iman yang kokoh dan tauhid yang mencerahkan, manusia diajak melangkah luas—berpikir maju, beramal nyata, dan menyembah Allah Swt. secara utuh dalam seluruh dimensi kehidupan.
Bumi itu luas. Maka jadikan iman kita lebih luas lagi.
