{"id":2164,"date":"2024-08-09T07:23:58","date_gmt":"2024-08-09T07:23:58","guid":{"rendered":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/?p=2164"},"modified":"2024-08-09T07:23:59","modified_gmt":"2024-08-09T07:23:59","slug":"mengasah-generasi-emas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/","title":{"rendered":"MENGASAH GENERASI EMAS"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"157\" height=\"166\" src=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2165\" style=\"width:207px;height:auto\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Ni\u2019am Al Mumtaz, M.E.<br>Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Salatiga<br>Dosen Manajemen Keuangan Syariah UIN Salatiga<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 2045 ditetapkan sebagai tahun Indonesia Emas dengan tiga sasaran visi yaitu<br>pendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0%, ketimpangan berkurang,<br>serta kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat. Visi tersebut untuk<br>mewujudkan negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan. Sebuah cita-cita besar<br>yang akan diraih oleh bangsa Indonesia dengan segala potensinya yang tak terbatas.<br>Mewujudkan Indonesia Emas merupakan tugas kolektif namun demikian peran aktif setiap<br>individu menjadi faktor keberhasilan utama yang tidak bisa diabaikan.<br>Mewujudkan generasi emas tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Diperlukan waktu<br>panjang untuk membekalinya dengan ilmu, pengalaman dan beragam kompetensi sejak dini.<br>Sehingga the next generation siap menjadi tumpuan keberlanjutan dan kemajuan negara nanti<br>pada masanya. Sebagaimana langkah dalam mempersiapkan kelahiran, maka generasi emas<br>sejatinya sudah dibentuk bahkan jauh sebelum mereka lahir. Persiapan matang pada akhirnya<br>akan menentukan apakah visi ini dapat tercapai atau menguap menjadi angan yang tak<br>kunjung datang.<br>Keahlian memimpin menjadi salah satu soft skill yang dibutuhkan oleh para peraih<br>predikat generasi emas. Negara yang kuat tidak lepas dari pemimpin kuat. Lahirnya NKRI<br>menjadi bukti betapa karakter kepemimpinan yang kuat mampu menentukan kemerdekaan<br>bangsa sehingga bisa terbebas dari belenggu penjajahan.<br>Memimpin bukan sekedar menjabat namun kemampuan menggerakkan secara<br>bersama-sama untuk menuju ke arah yang lebih baik. Memimpin juga tidak bisa diartikan<br>secara sempit hanya sebagai perbuatan merebut kekuasaan. Sabda Rasulullah bahwa setiap<br>diri adalah pemimpin dan setiap diri akan ditanyakan tentang kepemimpinannya,<br>memperkuat visi untuk mencetak pemimpin yang mendatangkan kebaikan untuk diri sendiri<br>sekaligus masyarakat luas.<br>Mengulik sedikit dari kisah perjalanan masa kecil Panglima Besar Jenderal Sudirman,<br>oleh orang tuanya beliau diberikan pelajaran untuk bersikap disiplin. Sudirman diajarkan<br>disiplin menepati waktu yang pada masa itu budaya setempat bertolak belakang dengan apa<br>yang dilakukannya. Buah dari kedisiplinannya itu kelak dia tumbuh menjadi pemimpin yang<br>mampu menjaga diri dan masyarakat sekitarnya. Ajaran agama yang diperolehnya pun juga<br>mengajarkan tentang kedisiplinan. Beliau dikenal selalu menjaga wudhu bahkan ketika sakit<br>dan memimpin gerilya melawan penjajah.<br>Banyak aspek karakter kepemimpinan yang dibutuhkan oleh masa depan di mana ilmu<br>pengetahuan, budaya, politik dan ekonomi terus berkembang. Kompleksitas dalam kehidupan<br>bersosial pada akhirnya akan ditemui oleh setiap generasi. Kyai Tafsir, seorang tokoh Islam<br>Jawa kontemporer, dalam sebuah seminarnya beliau mengatakan bahwa apa yang sedang kita<br>nikmati hari ini adalah hasil buah kepemimpinan setidaknya 100 tahun yang lalu. Masa-masa<br>pra-kemerdekaan Indonesia di mana penuh dengan pengorbanan jiwa raga, pertumpahan<br>darah dan keterbelakangan. Namun di tengah kesulitan itu muncul pemimpin-pemimpin yang<br>memiliki visi jauh ke depan yang bercita-cita luhur demi menghadirkan kesejahteraan,<br>kemajuan dan kemerdekaan bagi generasi penerusnya.<br>Zaman telah berganti dengan hadirnya era digital. Persaingan manusia dengan software<br>computer yang merupakan hasil cipta karya manusia itu sendiri, tidak terelakkan lagi.<br>Informasi mengalir deras begitu cepat dan seketika mampu mempengaruhi persepsi global.<br>Lantas bagaimana pola ideal kepemimpinan di tahun 2045?<br>Kekuatan karakter yang diasah sejak dini akan menjadi modal besar sebagai value add<br>untuk mendapat keunggulan kompetitif di masa depan. Shiddiq, fathonah, amanah dan<br>tabligh (SIFAT) telah bertransformasi menjadi nilai universal yang harus dimiliki oleh seorang<br>pemimpin. Mengasah calon-calon pemimpin dengan karakter kejujuran dan integritas,<br>kecerdasan, kedisiplinan dan kemampuan mentransfer kebaikan, harus dilakukan oleh semua<br>stakeholder bangsa. Apapun kondisinya saat ini, jika menyerah dan berputus asa maka tidak<br>akan ada kisah heroik tercapainya visi Indonesia Emas 2045.<br>Generasi emas telah lahir dan tetap akan lahir di setiap perlintasan masa sebagaimana<br>generasi saat ini yang mampu merubah wajah dunia dengan kemajuan yang luar biasa pesat.<br>Pendek kata, generasi emas tidak bisa ditunggu namun harus dibentuk, diasah dan<br>direncanakan dengan tindak lanjut berupa aksi-aksi nyata. Faktanya generasi emas yang saat<br>ini hadir merupakan blueprint puluhan tahun silam. Menjelang 2025 yang dicanangkan<br>sebagai tahun start menuju Indonesia emas, terdapat setidaknya 5 generasi yang bersama<br>menjalankan peradaban: Baby Boomers, Gen X, Gen Y atau Millennials, Gen Z, dan Gen Alpha.<br>Rentang waktu 20 tahun menuju 2045 adalah masa-masa belajar bagi Gen Alpha sampai<br>mereka masuk usia produktif di usia 25-30an tahun. Penjajah model baru hadir dalam bentuk<br>lain yaitu distraksi game online dan kejahatan yang terdigitalisasi yang bisa jadi akan<br>mengganggu perjuangan belajar. Tantangan penjajahan di Era kolonial telah dilewati oleh<br>bangsa ini, maka tantangan penjajah online harusnya juga bisa diselesaikan oleh para the next<br>leader.<br>Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) tahun 2023 berada di nilai rata-rata 43,18.<br>Angka yang cukup baik karena menunjukkan masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan<br>digital. Infrastruktur dan ekosistem digital berkontribusi paling tinggi yaitu 57,09. Akan tetapi<br>tingginya infrastruktur belum bisa diimbangi dengan kemampuan pemberdayaan karena baru<br>tercapai 26,19.<br>Rendahnya angka pemberdayaan digital bisa diartikan sebagai alert adanya arah dan<br>tujuan digital yang masih jauh dari ideal. Aplikasi game online, media sosial, video streaming<br>dan entertaintment berlari lebih kencang daripada aplikasi pendidikan, keagamaan dan<br>kesehatan. Digital dengan segala jenis produknya juga telah masuk ke wilayah anak-anak balita<br>dan menjadi konsumsi sehari-harinya. Ibarat pepatah slow but sure, pelan tapi pasti, paparan<br>digitalisasi benar-benar menjadi satu ancaman nyata untuk mujudkan visi di atas.<br>Meski demikian sebagaimana gelapnya sebuah peradaban akan tetap lahir pemimpinpemimpin masa depan yang telah disiapkan dari sekarang. Pemimpin yang mampu<br>berselancar dalam ganasnya ombak budaya digital. Pemimpin yang mampu membaca arah<br>bintang di dalam gelapnya perjalanan malam. Para calon pemimpin itulah yang saat ini sedang<br>menjalani proses pengasahan dan penajaman melalui pendidikan, pengalaman dan<br>kompetensi di keluarga dan lingkungan sekitarnya.<br>Mari terus mengasah generasi Indonesia emas!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ni\u2019am Al Mumtaz, M.E.Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota SalatigaDosen Manajemen Keuangan Syariah UIN Salatiga Tahun 2045 ditetapkan sebagai tahun Indonesia Emas dengan tiga sasaran visi yaitupendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0%, ketimpangan berkurang,serta kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat. Visi tersebut untukmewujudkan negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan. Sebuah cita-cita&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2164","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>MENGASAH GENERASI EMAS - MUHAMMADIYAH SALATIGA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"MENGASAH GENERASI EMAS - MUHAMMADIYAH SALATIGA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ni\u2019am Al Mumtaz, M.E.Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota SalatigaDosen Manajemen Keuangan Syariah UIN Salatiga Tahun 2045 ditetapkan sebagai tahun Indonesia Emas dengan tiga sasaran visi yaitupendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0%, ketimpangan berkurang,serta kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat. Visi tersebut untukmewujudkan negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan. Sebuah cita-cita...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-08-09T07:23:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-08-09T07:23:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adminmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adminmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\"},\"author\":{\"name\":\"adminmu\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565\"},\"headline\":\"MENGASAH GENERASI EMAS\",\"datePublished\":\"2024-08-09T07:23:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-09T07:23:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\"},\"wordCount\":830,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png\",\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\",\"name\":\"MENGASAH GENERASI EMAS - MUHAMMADIYAH SALATIGA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png\",\"datePublished\":\"2024-08-09T07:23:58+00:00\",\"dateModified\":\"2024-08-09T07:23:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png\",\"width\":157,\"height\":166},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"MENGASAH GENERASI EMAS\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/\",\"name\":\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\",\"description\":\"Muhammadiyah Salatiga Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization\",\"name\":\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png\",\"width\":3276,\"height\":846,\"caption\":\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565\",\"name\":\"adminmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adminmu\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/wp\"],\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/author\/adminmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"MENGASAH GENERASI EMAS - MUHAMMADIYAH SALATIGA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"MENGASAH GENERASI EMAS - MUHAMMADIYAH SALATIGA","og_description":"Ni\u2019am Al Mumtaz, M.E.Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota SalatigaDosen Manajemen Keuangan Syariah UIN Salatiga Tahun 2045 ditetapkan sebagai tahun Indonesia Emas dengan tiga sasaran visi yaitupendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0%, ketimpangan berkurang,serta kepemimpinan dan pengaruh di dunia internasional meningkat. Visi tersebut untukmewujudkan negara nusantara berdaulat, maju dan berkelanjutan. Sebuah cita-cita...","og_url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/","og_site_name":"MUHAMMADIYAH SALATIGA","article_published_time":"2024-08-09T07:23:58+00:00","article_modified_time":"2024-08-09T07:23:59+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png","type":"","width":"","height":""}],"author":"adminmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adminmu","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/"},"author":{"name":"adminmu","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565"},"headline":"MENGASAH GENERASI EMAS","datePublished":"2024-08-09T07:23:58+00:00","dateModified":"2024-08-09T07:23:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/"},"wordCount":830,"publisher":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png","inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/","name":"MENGASAH GENERASI EMAS - MUHAMMADIYAH SALATIGA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png","datePublished":"2024-08-09T07:23:58+00:00","dateModified":"2024-08-09T07:23:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#primaryimage","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png","contentUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/image.png","width":157,"height":166},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/mengasah-generasi-emas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"MENGASAH GENERASI EMAS"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/","name":"MUHAMMADIYAH SALATIGA","description":"Muhammadiyah Salatiga Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization","name":"MUHAMMADIYAH SALATIGA","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png","contentUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png","width":3276,"height":846,"caption":"MUHAMMADIYAH SALATIGA"},"image":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565","name":"adminmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g","caption":"adminmu"},"sameAs":["https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/wp"],"url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/author\/adminmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2164","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2164"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2166,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2164\/revisions\/2166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2164"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2164"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}