{"id":2132,"date":"2024-07-09T05:19:42","date_gmt":"2024-07-09T05:19:42","guid":{"rendered":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/?p=2132"},"modified":"2024-07-09T05:19:43","modified_gmt":"2024-07-09T05:19:43","slug":"anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/","title":{"rendered":"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"767\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2133\" srcset=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg 767w, https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-225x300.jpeg 225w, https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-768x1025.jpeg 768w, https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-1151x1536.jpeg 1151w, https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36.jpeg 1199w\" sizes=\"auto, (max-width: 767px) 100vw, 767px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><br>Oleh : Izzul Panca Aditya<br>Di Indonesia terjadi pembagian sistem penyelenggaran di mana terdapat dua instansi<br>atau kementerian yang mengatur penyelenggaraan pendidikan, yaitu pendidikan umum seperti<br>PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berada di<br>bawah naungan Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi sedangkan pendidikan agama<br>mulai dari RA, MI, MTS, MA, SMK, Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi baik ma\u2019arif<br>ataupun negeri dinaungi oleh Kementerian Agama. Dengan adanya dualisme sistem<br>penyelenggaraan pendidikan ini memunculkan masalah sosial di antaranya kecemburuan,<br>stigma masyarakat, hingga nasib kelulusan. Kecemburuan antara siswa atau mahasiswa yang<br>menempuh pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama mulai dari fasilitas yang<br>berbeda dengan yag didapatkan oleh mereka yang menempuh pendidikan di bawah<br>Kementerian Pendidikan. Selain itu dari segi administrasi juga sedikit berbeda seperti<br>pemberian bantuan beasiswa, di mana yang terjadi di instansi pendidikan yang dibawah<br>Kemendikbud dana yang diberikan tidak mendapat potongan apapun dibandingkan dengan<br>yang ada di instansi pendidikan Kemenag bantuan yang diberikan kepada penerima terdapat<br>potongan mulai dari potongan UKT ataupun yang lain dengan alasan instansi tidak<br>mendapatkan dana dari pemerintah.<br>Munculya stigma dari masyarakat yang mengakar di mana menganggap siswa atau<br>mahasiswa yang menempuh pendidikan di instansi di bawah Kemenag adalah anak \u201cbuangan\u201d<br>dari instansi di bawah Kemendikbud. Masalah lain yang mucul akibat dari dualisme<br>penyelenggaraan pendidikan ini nasib dari lulusan perguruan tnggi di bawah Kemenag, tak bisa<br>diungkiri dewasa ini persyaratan dalam mencari pekerjaan menjadi hal yang patut untuk<br>mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk ketika lulusan dari perguruan tinggi keagamaan<br>ini mencari pekerjaan. Kriteria dan persyaratan yang membuat lulusan dari perguruan tinggi<br>keagamaan merasa ada diskriminasi di mana ketika mendaftar suatu pekerjaan, pertanyaan<br>klise pada masa sekarang bukan lagi soal nilai tetapi berasal dari lulusan mana. Banyak<br>perusahaan yang belum mengenal atau familiar dengan perguruan tinggi keagamaan seperti<br>UIN atau IAIN, tidak seperti perguruan tinggi negeri atau swasta di bawah naungan<br>Kemendikbud. Kemudian yang menjadi poin penting adalah ketika alasan diberlakukannya<br>dualisme penyelenggaraan pendidikan ini terkhusus pendidikan agama di bawah naungan<br>Kemenag dengan tujuan untuk menyerap tenaga kerja yang berasal dari lulusan perguran tinggi<br>keagamaan untuk bekerja di kantor-kantor di bawah naungan Kementerian Agama dirasa masih<br>belum terealisasi.<br>Menurut estimasi berdasarkan informasi dari artikel Kompas, persentase lulusan<br>universitas di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yang bekerja di kantor-kantor Kemenag<br>sekitar 30%. Dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja dari perguruan tinggi atau sekolah<br>sekolah kedinasan yang berada di bawah kementerian lain seperti IPDN, Poltekip dan STAN<br>di mana berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, persentase lulusan IPDN yang<br>bekerja di instansi pemerintah mencapai sekitar 80%. Selain itu, persentase lulusan STAN yang<br>bekerja di Kementerian Keuangan dan lembaga terkait diperkirakan sekitar 70%, dan<br>persentase lulusan Poltekip yang bekerja di Kementerian Hukum dan HAM sekitar 60%.<br>Dengan demikian alasan tersebut bisa dibilang tidak sesuai dengan realita yang ada.<br>Alasan lain mengenai adanya dualisme penyelenggaran pendidikan di Indonesia ini<br>yaitu sebagai bentuk menghormati budaya dan sejarah. Jika mengacu pada sejarah yang ada di<br>mana pendidikan di Indonesia pada masa colonial hanya dapat ditempuh minimal oleh kaum<br>priyayi sehingga organisasi masyrakat memberikan pendidikan agama kepada kaum kaum<br>pribumi atau masyarakat kalangan bawah, maka apabila tetap diterapkan pada masa sekarang<br>alasan itu sudah tidak masuk akal, mengapa demikian? Sekarang di Indonesia ini tidak lagi<br>mengenal kasta priyayi ataupun pribumi artinya pendidikan adalah hak yang wajib untuk di<br>dapatkan oleh semua warga negara sesuai dengan UUD 1945 Pasal 28 C Ayat (1).<br>Sangat disayangkan ketika sektor yang seharusnya cukup satu kementerian yang<br>mengatur masalah pendidikan ini harus dibawahi oleh dua kementerian terlebih oleh<br>kementerian yang seharusnya tidak perlu mengaturnya. Dalam sistem peradilan di Indonesia<br>tidak ada penghkususan antara Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri yang<br>di mana dapat dan tetap dianaungi oleh satu instansi yaitu Mahkamah Agung, dan tidak ada<br>pembedaan antara hukum islam dengan hukum nasional dan hukum Islam tetap berjalan tanpa<br>dinaungi oleh Kementerian Agama secara langsung. Artinya jika dengan kasus yang sama<br>mengapa penerapannya bisa berbeda antara penyelenggaran peradilan dan penyelenggarana<br>pendidikan di Indonesia. Dengan hal ini juga seakan ada anggapan bahwa Kementerian<br>Pendidikan tidak dapat mengatur kurikulum agama di sistem pendidikan di Indonesia<br>Sedikit berkaca ke negara-negara Islam seperti Arab Saudi, Mesir, Turki yang terkenal<br>dengan pendidikan Islam, sektor pendidikan tetap berada di bawah Kementerian Pendidikan<br>dan Kementerian Agama hanya berperan sebagai pengawas dan konsultan dalam<br>pengembangan kurikulum agama. Jika sistem penyelenggaraan di Indonesia mampu dan dapat<br>menerapkan penyelenggaraan yang hanya dinaungi oleh Kementerian Pendidikan bukan tidak<br>mungkin akan membuka peluang bagi lulusan yang berasal dari perguruan berbasis keagamaan<br>untuk mendapatkan nasib perlakuan yang sama dan menurunkan stigma masyarakat terhadap<br>lulusan sekolah-sekolah keagamaan.<br>Begitu kompleks masalah pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari dualisme<br>penyelenggaraan sistem pendidikan hinga kebijakan-kebijakan yang terus berubah-ubah<br>seiring dengan peralihan pejabat menterei baik dari Kementerian Pendidikan dan Juga<br>Kementerian Agama yang menimbulkan korban non-fisik dari para peserta didik dan tenaga<br>kependidikan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Izzul Panca AdityaDi Indonesia terjadi pembagian sistem penyelenggaran di mana terdapat dua instansiatau kementerian yang mengatur penyelenggaraan pendidikan, yaitu pendidikan umum sepertiPAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi sedangkan pendidikan agamamulai dari RA, MI, MTS, MA, SMK, Pondok Pesantren&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2132","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"gutentor_comment":0,"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA - MUHAMMADIYAH SALATIGA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA - MUHAMMADIYAH SALATIGA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Izzul Panca AdityaDi Indonesia terjadi pembagian sistem penyelenggaran di mana terdapat dua instansiatau kementerian yang mengatur penyelenggaraan pendidikan, yaitu pendidikan umum sepertiPAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi sedangkan pendidikan agamamulai dari RA, MI, MTS, MA, SMK, Pondok Pesantren...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-09T05:19:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-09T05:19:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"adminmu\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"adminmu\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"adminmu\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565\"},\"headline\":\"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA\",\"datePublished\":\"2024-07-09T05:19:42+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-09T05:19:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\"},\"wordCount\":736,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg\",\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\",\"name\":\"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA - MUHAMMADIYAH SALATIGA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg\",\"datePublished\":\"2024-07-09T05:19:42+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-09T05:19:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36.jpeg\",\"width\":1199,\"height\":1600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/\",\"name\":\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\",\"description\":\"Muhammadiyah Salatiga Official Website\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization\",\"name\":\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png\",\"width\":3276,\"height\":846,\"caption\":\"MUHAMMADIYAH SALATIGA\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565\",\"name\":\"adminmu\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"adminmu\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/wp\"],\"url\":\"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/author\/adminmu\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA - MUHAMMADIYAH SALATIGA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA - MUHAMMADIYAH SALATIGA","og_description":"Oleh : Izzul Panca AdityaDi Indonesia terjadi pembagian sistem penyelenggaran di mana terdapat dua instansiatau kementerian yang mengatur penyelenggaraan pendidikan, yaitu pendidikan umum sepertiPAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi sedangkan pendidikan agamamulai dari RA, MI, MTS, MA, SMK, Pondok Pesantren...","og_url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/","og_site_name":"MUHAMMADIYAH SALATIGA","article_published_time":"2024-07-09T05:19:42+00:00","article_modified_time":"2024-07-09T05:19:43+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"adminmu","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"adminmu","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/"},"author":{"name":"adminmu","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565"},"headline":"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA","datePublished":"2024-07-09T05:19:42+00:00","dateModified":"2024-07-09T05:19:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/"},"wordCount":736,"publisher":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg","inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/","name":"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA - MUHAMMADIYAH SALATIGA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36-767x1024.jpeg","datePublished":"2024-07-09T05:19:42+00:00","dateModified":"2024-07-09T05:19:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36.jpeg","contentUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/WhatsApp-Image-2024-07-09-at-12.18.36.jpeg","width":1199,"height":1600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/anak-tiri-dari-dualisme-penyelenggaraan-pendidikan-diindonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"ANAK TIRI DARI DUALISME PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DIINDONESIA"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#website","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/","name":"MUHAMMADIYAH SALATIGA","description":"Muhammadiyah Salatiga Official Website","publisher":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#organization","name":"MUHAMMADIYAH SALATIGA","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png","contentUrl":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-cropped-Web-Logo-1-1-1.png","width":3276,"height":846,"caption":"MUHAMMADIYAH SALATIGA"},"image":{"@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/10b8a827d07599c6063b9fc8ab7fa565","name":"adminmu","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6dbe108b336da506f3214de45073dde6069ff2434f3d1cc7fb039bad4c4e2dc7?s=96&d=mm&r=g","caption":"adminmu"},"sameAs":["https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/wp"],"url":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/author\/adminmu\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2132"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2132\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2134,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2132\/revisions\/2134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/muhammadiyahsalatiga.org\/web\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}