
Area halaman pusat perbelanjaan tersebut dipilih karena lokasinya strategis di jantung kota. Kapasitasnya pun terbukti mampu menampung lonjakan jumlah jamaah yang terus meningkat setiap tahun. Pelaksanaan ibadah kali ini terasa lebih istimewa. Kondisi ini dipicu oleh adanya perbedaan penetapan hari raya, sehingga menciptakan suasana lebaran yang sangat berkesan dan penuh berkah.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi sejak pagi buta. Area utama salat sudah penuh sesak, bahkan jamaah meluber hingga ke sejumlah halaman gedung di sekitar lokasi. Meski membludak, pelaksanaan ibadah tetap berjalan dengan khidmat dan tertib.
Sinergi dan Dakwah Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Salatiga, Prof. Dr. H. Sa’adi, M.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran acara ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tahunan tersebut.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung, bersinergi, dan berkolaborasi dalam mengembangkan gerakan dakwah Muhammadiyah di Salatiga,” ujar Prof. Dr. H. Sa’adi, M.Ag. di hadapan ribuan jamaah. Menurutnya, kolaborasi antarpihak menjadi kunci kesuksesan syiar Islam di tengah kota.
Pesan Khutbah: Hindari Budaya Konsumtif
Sementara itu, Dr. H. Rifqi Aulia Erlangga, S.Fil.I., M.Hum. yang bertindak sebagai khatib memberikan pesan mendalam bagi warga. Tokoh muda Muhammadiyah ini menekankan bahwa Idulfitri harus menjadi momentum untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri secara menyeluruh.
“Tingkatkan ketakwaan dan kepekaan sosial. Jalani kehidupan yang tidak konsumtif setelah melewati bulan Ramadan,” ujar Dr. H. Rifqi Aulia Erlangga, S.Fil.I., M.Hum. Ia mengingatkan bahwa nilai kemenangan sejati terletak pada pengendalian diri dan kepedulian terhadap sesama.
Suasana Sholat Id di Salatiga ini ditutup dengan doa bersama. Momentum ini sekaligus memperkuat Jamaah Muhammadiyah Salatiga dalam menjaga semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat modern.
