
Momentum Syakban Bermuhammadiyah yang digelar Senin (16/2/2026) di Salatiga tidak hanya menjadi ajang syiar dan kebersamaan warga persyarikatan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai kesempatan istimewa untuk memberikan penghargaan kepada para tokoh Muhammadiyah yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah di Kota Salatiga.
Melalui agenda Muhammadiyah Award, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Salatiga memberikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang selama hidupnya maupun hingga kini terus berkontribusi bagi perkembangan Muhammadiyah.
Salah satu kategori yang diberikan adalah Tokoh Dakwah Islam, yang dianugerahkan kepada keluarga almarhum Nuh Amin. Semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai sosok yang gigih dalam berdakwah dan membesarkan Muhammadiyah di Salatiga.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Prof. Zuhri, tokoh sepuh Muhammadiyah yang hingga saat ini masih aktif berjuang dan mengabdi untuk umat. Di usianya yang telah di atas 70 tahun, beliau tetap menunjukkan dedikasi dan keteladanan dalam perjuangan persyarikatan.
Penghargaan juga disematkan kepada keluarga almarhum Sudarto dari Sidomukti dan almarhum Sularwiyono dari Tingkir, yang semasa hidupnya dikenal sebagai pejuang Muhammadiyah yang konsisten menghidupkan gerakan dakwah dan amal usaha Muhammadiyah di wilayahnya masing-masing.
Sekretaris PDM Salatiga, Hammam, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa para tokoh.
“Penghargaan ini sebagai apresiasi dan penghormatan atas jasa para pejuang Muhammadiyah di Salatiga. Tentu apresiasi ini tidak sebanding dengan perjuangan para beliau semasa masih hidup, tapi setidaknya ini cara Muhammadiyah memberikan penghormatan dan menjalin silaturahmi dengan keluarga,” tegasnya.
Melalui Muhammadiyah Award ini, diharapkan semangat perjuangan para tokoh terdahulu dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menghidupkan dakwah, memajukan pendidikan, serta memperkuat peran Muhammadiyah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan.
