adminmu

Harta Melimpah Bukan Jaminan Selamat

Di tengah kehidupan yang sering mengukur keberhasilan dari banyaknya harta, tingginya jabatan, dan banyaknya keturunan, Al-Qur’an mengingatkan bahwa kemewahan dunia bukanlah ukuran mutlak kemuliaan seseorang di hadapan Allah Swt. Allah Swt. berfirman dalam Surah Saba’ ayat 35: وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ Mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak (daripadamu)…

Selengkapnya

Ketika Kenyamanan Membuat Hati Sulit Menerima Kebenaran

وَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍ اِلَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ ۙاِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ “Tidaklah Kami utus pemberi peringatan ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, ‘Sesungguhnya kami ingkar pada kerasulanmu.’”(Saba’ [34]: 34) Ada kalanya seseorang tidak menolak kebenaran karena tidak memahaminya, tetapi karena kebenaran itu dianggap mengganggu kenyamanan yang…

Selengkapnya

Jangan Menyalahkan Orang Lain atas Pilihan yang Kita Ikuti

Al-Qur’an mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh begitu saja mengikuti ajakan orang lain yang dapat menjauhkan dirinya dari keimanan. Dalam QS Saba’ ayat 33, Allah menggambarkan penyesalan orang-orang yang dahulu mengikuti orang-orang yang menyombongkan diri dan mengajak mereka untuk kufur kepada Allah. Allah Swt. berfirman: وَقَالَ الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا بَلْ مَكْرُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ اِذْ تَأْمُرُوْنَنَآ…

Selengkapnya

Menjaga Iman dan Bahaya Keraguan terhadap Hal Gaib

Setiap manusia membutuhkan momentum untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas duniawi. Lebih dari sekadar mengistirahatkan fisik, jeda singkat ini menjadi ruang perenungan (muhasabah) untuk menata kembali niat, memperkuat keimanan, dan meluruskan cara pandang hidup sesuai tuntunan Al-Qur’an. Dalam Surah Saba’ ayat 53, Allah Swt. menegaskan tentang kondisi orang-orang yang mengingkari kebenaran sewaktu di dunia: وَقَدْ…

Selengkapnya

Jangan Menunda Kesadaran, Waktu Pasti Akan Tiba

Setiap manusia tentu memiliki banyak rencana tentang hari esok. Namun, ada satu hal yang tidak dapat ditunda atau dipercepat oleh siapa pun: hari yang telah Allah tetapkan. Allah Swt berfirman dalam QS. Saba’ ayat 29–30: وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ “Mereka berkata, ‘Kapankah (datangnya) janji ini jika kamu orang-orang benar?’”(QS. Saba’ [34]: 29)…

Selengkapnya

Nabi Muhammad SAW: Diutus sebagai Rahmat dan Petunjuk untuk Seluruh Umat Manusia

Setiap Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT memiliki umat dan masa tugasnya masing-masing. Namun, keistimewaan luar biasa diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau tidak hanya diutus untuk kaum atau bangsa tertentu, melainkan untuk seluruh umat manusia di muka bumi hingga akhir zaman. Pesan universal ini secara tegas diabadikan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam…

Selengkapnya

Menjemput Takdir Lewat Ikhtiar dan Akhlak

Pertanyaan mengenai sejauh mana garis keturunan (genetika) menentukan jalan hidup, karakter, hingga ajal seseorang sering kali menjadi perdebatan mendalam. Apakah materi genetik yang diwariskan orang tua adalah bentuk “takdir mutlak” yang tidak bisa diubah, ataukah manusia memiliki ruang kebebasan (free choice) untuk menentukan arah hidupnya sendiri? Melalui tinjauan biologis molekuler, rekayasa genetika, serta perspektif filsafat…

Selengkapnya

Keputusan Mutlak dan Keadilan Allah di Hari Kiamat

Setelah menegaskan etika berdialog dan prinsip tanggung jawab pribadi pada ayat 25, Surat Saba’ [34] ayat 26 memberikan jawaban atas muara dari segala perselisihan manusia di dunia. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh perbedaan keyakinan dan perbuatan pada akhirnya akan diputus secara mutlak dan adil oleh Allah Swt. di akhirat. قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ…

Selengkapnya

Batasan Tanggung Jawab dan Etika Berdiskusi dalam Islam

Dalam berinteraksi dan berdiskusi sehari-hari, kita sering kali menemui perbedaan pendapat yang berpotensi memicu perdebatan sengit. Al-Qur’an memberikan panduan elegan tentang bagaimana seorang Muslim harus bersikap ketika menghadapi perbedaan atau penolakan. Salah satu prinsip tersebut tersurat jelas dalam Surah Saba’ [34] ayat 25. Allah SWT berfirman: قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ…

Selengkapnya

Ketika Syafaat Hanya Terjadi atas Izin Allah

Di tengah kesibukan dan berbagai urusan kehidupan, ada saatnya kita perlu berhenti sejenak untuk mengingat kembali siapa yang memiliki kuasa atas segala sesuatu. Allah Swt. berfirman dalam QS. Saba’ ayat 23: وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا لِمَنْ اَذِنَ لَهٗ ۗحَتّٰىٓ اِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوْبِهِمْ قَالُوْا مَاذَاۙ قَالَ رَبُّكُمْۗ قَالُوا الْحَقَّۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيْرُ “Tidaklah berguna…

Selengkapnya