adminmu

Jangan Menolak Kebenaran Tanpa Dasar

Di tengah kesibukan menjalani aktivitas sehari-hari, ada baiknya kita mengambil jeda sejenak untuk merenungkan pesan Al-Qur’an. Salah satunya terdapat dalam Surah Saba’ ayat 44, yang mengingatkan manusia agar tidak menolak kebenaran tanpa landasan yang jelas. Allah Swt. berfirman: وَمَآ اٰتَيْنٰهُمْ مِّنْ كُتُبٍ يَّدْرُسُوْنَهَا وَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ قَبْلَكَ مِنْ نَّذِيْرٍۗ Artinya: “Tidaklah Kami berikan kepada mereka…

Selengkapnya

Ketika Kebenaran Ditolak, Jangan Berhenti Menyampaikan Kebaikan

Kebenaran tidak selalu mendapat sambutan baik. Ada kalanya nasihat dianggap sebagai ancaman, ajaran yang benar dicurigai, bahkan pesan kebaikan dituduh sebagai kebohongan. Situasi ini mengingatkan kita bahwa tidak semua orang langsung menerima kebenaran, meskipun bukti telah disampaikan dengan jelas. Pesan tersebut dapat direnungkan melalui Surah Saba’ ayat 43. Allah Swt. menggambarkan sikap orang-orang yang menolak…

Selengkapnya

Memahami Tingkatan Khair, Ma’ruf, Birr, dan Ihsan

Dalam penerjemahan bahasa Indonesia, kita sering menemukan berbagai kata bahasa Arab disederhanakan menjadi satu padanan kata, yaitu “kebaikan”. Padahal, salah satu keagungan dan kemukjizatan Al-Qur’an (al-I’jaz al-Bayani) terletak pada ketelitian pemilihan diksinya. Berdasarkan teori Al-Tafaruq al-Lughawi (perbedaan nuansa diksi), tidak ada dua kata berbeda dalam Al-Qur’an yang memiliki arti yang 100% persis tanpa perbedaan makna….

Selengkapnya

Jangan Salah Menempatkan Penghambaan, Hanya Allah yang Layak Disembah

Penghambaan merupakan inti dari kehidupan seorang muslim. Dalam menjalani kehidupan, manusia perlu menjaga kemurnian tauhid dengan menjadikan Allah Swt. sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah dan tempat bergantung. Peringatan tentang pentingnya tauhid ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Saba’ ayat 40. Allah Swt. berfirman: وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ يَقُوْلُ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اَهٰٓؤُلَاۤءِ اِيَّاكُمْ كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ Artinya: “(Ingatlah) pada…

Selengkapnya

Allah Melapangkan Rezeki dan Menjanjikan Balasan bagi Orang yang Berinfak

SALATIGA — Rezeki merupakan bagian dari ketetapan Allah Swt. yang diberikan kepada setiap hamba dengan kadar dan cara yang berbeda. Ada yang dianugerahi kelapangan harta, ada pula yang harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di tengah perbedaan tersebut, Islam mengajarkan agar manusia tidak hanya berorientasi pada banyaknya harta, tetapi juga memahami bagaimana rezeki…

Selengkapnya

Pentingnya Menjaga Arah Langkah Kita

Di tengah hiruk-piruk kesibukan sehari-hari, meluangkan waktu untuk beristirahat sejenak adalah sebuah kebutuhan. Namun, rehat bukan sekadar memberikan jeda bagi tubuh yang lelah, melainkan juga kesempatan untuk menata kembali pikiran dan menyegarkan jiwa melalui renungan (taddabur). Salah satu pengingat indah sekaligus tegas yang patut kita renungkan bersama hadir dalam Al-Qur’an, yaitu Surah Saba’ [34] ayat…

Selengkapnya

Harta Melimpah Bukan Jaminan Selamat

Di tengah kehidupan yang sering mengukur keberhasilan dari banyaknya harta, tingginya jabatan, dan banyaknya keturunan, Al-Qur’an mengingatkan bahwa kemewahan dunia bukanlah ukuran mutlak kemuliaan seseorang di hadapan Allah Swt. Allah Swt. berfirman dalam Surah Saba’ ayat 35: وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ Mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak (daripadamu)…

Selengkapnya

Ketika Kenyamanan Membuat Hati Sulit Menerima Kebenaran

وَمَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍ اِلَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ ۙاِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ “Tidaklah Kami utus pemberi peringatan ke suatu negeri, kecuali orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata, ‘Sesungguhnya kami ingkar pada kerasulanmu.’”(Saba’ [34]: 34) Ada kalanya seseorang tidak menolak kebenaran karena tidak memahaminya, tetapi karena kebenaran itu dianggap mengganggu kenyamanan yang…

Selengkapnya

Jangan Menyalahkan Orang Lain atas Pilihan yang Kita Ikuti

Al-Qur’an mengingatkan bahwa seseorang tidak boleh begitu saja mengikuti ajakan orang lain yang dapat menjauhkan dirinya dari keimanan. Dalam QS Saba’ ayat 33, Allah menggambarkan penyesalan orang-orang yang dahulu mengikuti orang-orang yang menyombongkan diri dan mengajak mereka untuk kufur kepada Allah. Allah Swt. berfirman: وَقَالَ الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا لِلَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْا بَلْ مَكْرُ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ اِذْ تَأْمُرُوْنَنَآ…

Selengkapnya

Menjaga Iman dan Bahaya Keraguan terhadap Hal Gaib

Setiap manusia membutuhkan momentum untuk rehat sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas duniawi. Lebih dari sekadar mengistirahatkan fisik, jeda singkat ini menjadi ruang perenungan (muhasabah) untuk menata kembali niat, memperkuat keimanan, dan meluruskan cara pandang hidup sesuai tuntunan Al-Qur’an. Dalam Surah Saba’ ayat 53, Allah Swt. menegaskan tentang kondisi orang-orang yang mengingkari kebenaran sewaktu di dunia: وَقَدْ…

Selengkapnya